MASOHI, SentralPolitik.com – Tokoh muda M. Syafi Boeng menilai hilirisasi komoditi pala dan kelapa menjadi langkah strategis mendorong nilai tambah ekonomi di Kabupaten Maluku Tengah.
“Ini bukti nyata keseriusan pemerintah mendorong penguatan ekonomi nasional berbasis nilai tambah di dalam negeri,” ujarnya di Masohi, Rabu (5/5/2026).
Menurut mantan anggota DPRD Maluku Tengah ini, selama ini, sumber daya alam masih didominasi aktivitas berbasis komoditas mentah seperti perkebunan, kehutanan dan perikanan.
Nah, hilirisasi ini merupakan proses mengubah komoditas mentah kelapa dan pala menjadi produk olahan bernilai tambah, ” jelasnya.
Karena itu, proyek bernilai Rp640 miliar ini harus didukung guna membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Selanjutnya menciptakan lapangan, mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah.
“Saya apresiasi Bupati Zulkarnain Awat Amir yang mampu menjemput investasi jangka panjang yang masyarakat luas merasakan manfaatnya, ” tambahnya.
Dia menyayangkan masih ada pihak-pihak yang menolak hilirisasi. Jika perlu, memindahkan lokasi proyek ke Seram Utara sebagai penghasil kelapa terbesar di Malteng.
Sebelumnya Presiden Prabowo meresmikan 13 proyek hilirisasi.
Baca Juga:
Teluk Elpaputih Sentra Hilirisasi Pala dan Kelapa, Target 300 ribu Butir Kelapa per Hari: https://sentralpolitik.com/teluk-elpaputih-sentra-hilirisasi-pala-dan-kelapa-target-300-ribu-butir-kelapa-per-hari/
Dua diantaranya pengolahan pala menjadi oleoresin dan pembangunan fasilitas terpadu kelapa menghasilkan MCT, activated cacoconut flour, dan activated carbon di Malteng. (*)






