Peran Petrus Fatlolon Makin Terkuak di Sidang Tipikor SPPD Fiktif

Naikan Anggaran Untuk Bagi-Bagi ke Forkopimda

AMBON, SentralPolitik.com _ Peran Petrus Fatlolon, mantan Bupati Kepulauan Tanimbar (2017-2022) makin terkuak dalam korupsi SPPD fiktif BPKAD Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2020.

Fatlolon di laporkan merupakan otak untuk menggenjot dana BPKAD dari Rp.1,5 miliar menjadi Rp. 9 miliar.

Pada sidang lanjutan kasus korupsi SPPD Fiktif BPKAD Pengadilan Tipikor Ambon, Senin (4/12) mengungkap fakta-fakta baru.

Pada sidang ini JPU menghadirkan Albian Touwelly, 14 anggota DPRD KKT, Kepala Inspektorat Jedithia Huwae dan Sulistyo.

Sulistyo adalah mantan Ketua Tim Audit BPK RI Perwakilan Maluku.

KEJANGGALAN

Giliran Wakil Ketua DPRD, Riki Jawerissa bersaksi soal pembahasan Anggaran APBD antara DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kepulauan Tanimbar.

Dia mengaku tidak ada titik temu alias deadlock.

‘’Alasannya, banggar DPRD telah menemukan kejanggalan SPPD senilai Rp. 9 miliar di BPKAD yang tidak rasional. Kami rasionalisasi dan setujui hanya Rp.1,5 M pak Hakim,’’ tandas Jawerissa di hadapan Majelis Hakim yang pimpinan Harris Tewa.

Masih menurut Jawerissa, mendengar kesepakatan DPRD yang tidak sesuai usulan Pemerintah Daerah, Bupati Petrus Fatlolon kemudian memanggil anggota DPRD terutama Banggar ke pendopo Bupati Tanimbar.

Dalam pertemuan tersebut, Fatlolon sampaikan bahwa SPPD di BPKAD tahun 2020 dianggarkan Rp. 9 M, karena uang tersebut akan dibagi ke Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) KKT.

‘’Katanya untuk menjaga dan menjalin hubungan baik,” katanya mengutip pembahasan di kediaman bupati. Dia juga mengaku, pembicaraan Banggar DPRD dan Bupati itu sempat  di rekam oleh Ketua Komisi B, Apolonia Laratmase dan anggota Komisi C, Ivone. K Shinzu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar