Gratifikasi, Hakim Minta Jaksa Tahan Oknum BPK

AMBON, SentralPolitik.com _ Haris Tewa, Ketua Majelis Hakim sidang lanjutan perkara Tipikor SPPD fiktif BPKAD KKT tahun 2020 meminta jaksa untuk memproses lanjut oknum BPK RI, Sulistyo.

‘’Saudara (Sulistyo) kan kena hukuman disiplin karena menerima uang kan. Pak Jaksa lanjutkan ini oknum BPK, gratifikasi ini,’’ kata Tewa dalam sidang lanjutan, Senin (4/12) di Pengadilan Tipikor Ambon.

‘’Uangnya (gratifikasi) sudah dikembalikan belum? Jika sampai perkara ini selesai, tahan dan proses dia,” tegas Hakim.

Sebelumnya pada sidang kemarin, Kepala Inspektorat KKT, Jedithia Huwae menerangkan kalau menyerahkan dana sebanyak Rp. 350 juta kepada oknum BPK RI.

KESAKSIAN

Saat hadir memberikan kesaksian, Sulistyo menceritakan ikwal awal dirinya mulai berproses dengan Pemda KKT.

Sejak tahun 2019, dia bertugas sebagai Korwas BPK Maluku dan telah 3 kali ke KKT yakni di tahun 2019, 2020 dan 2021 dalam rangka melakukan pemeriksaan laporan keuangan yang bertujuan untuk berikan opini terhadap laporan keuangan Pemda.

Selama berproses dengan KKT itulah, menghasilkan opini WTP pertama kali untuk Pemda KKT di masa pemerintahan Petrus Fatlolon pada 2019, dan tahun kedua WTP juga.

Namun pada tahun ketiga untuk pemberian WTP, Sulistyo mengaku telah di mutasi lantaran ketahuan terima suap Rp350 juta.

Sulistyo juga tak membantah kalau dirinya pernah bertemu dengan Kepala BPKAD Yonas Batlayeri dan sering pula berkonsultasi. Dan tiap kali melakukan pemeriksaan, pihaknya selalu di dampingi Kepala Inspektorat Jeditha Huwae.

SANGKAL

Kendati begitu, dia sempat menyangkal telah melakukan lobi angka.

Hanya saja dia mengaku di antar Huwae ke ruang kerja Yonas Batlayeri agar BPK bisa membantu mewujudkan laporan keuangan Pemda KKT keluar dari opini Disclamer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar