Ahli Waris Palang Alfamidi di Bandar Angin Namlea

 

NAMLEA, SentralPolitik.com _ Ahli Waris almarhumah Rahmah Luhulima memalang gerai Alfamidi Ayani 2 milik PT Midi Utama Indonesia, di Komplek Bandar Angin, Jalan Jenderal Ahmad Yani Kota Namlea, Kabupaten Buru, Maluku.

Ahli Waris pemilik lahan melalui kuasa hukumnya, Kantor Advokat dan Penasehat Hukum Harkuna Litiloly, SH & Rekan melakukan pemalangan, Sabtu (14/10/2023).

Pada spanduk pemalangan tersebut bertuliskan “Dilarang melakukan aktivitas apapun didalam lokasi milik ahli waris almarhumah Rahmah Luhulima.

Ini sesuai nomor penetapan ahli waris: 222/Pdt.P/2022/PA.Nla dan nomor SHM: 00328.

Lahan ini dalam pengawasan Kantor Hukum Harkuna Litiloly, SH & Rekan, yakni Harkuna Litiloly, S.H, Marten Fordatkossu, S.H dan Ambo Kolengsusu, S.H.

PENETAPAN PENGADILAN

Kuasa hukum Ahli Waris, Marten Fordatkossu SH, mengatakan pemalangan ini sesuai dengan penetapan Pengadilan Agama (PA) Namlea nomor: 222/Pdt.P/2022/PA Namlea.

“Jadi semasa hidup almarhumah menikah dengan M. Adji Hentihu, lalu memperoleh tanah ini, sehingga status tanah ini adalah harta bersama atau harta gono-gini,” kata dia di Depan Gerai Alfamidi Ayani 2.

Sebelum meninggal, pasangan ini memiliki dua anak sebagai ahli waris. ‘’Siapa pewarisnya atau siapa ahli warisnya? Pewarisnya adalah almarhumah Rahmah Luhulima dan ahli warisnya M. Adji Hentihu dan anak-anak,” sambungnya.

NIAT BAIK

Lebih lanjut, kata dia, di kemudian pihaknya mengetahui ada Alfamidi diatas tanah warisan ini. Sebagai kuasa hukum pihaknya sudah pernah menyurati Alfamidi dan bertemu pihak Alfamidi, sekitar tanggal 1 dan 13 September 2023.

‘’Namun, ternyata tidak ada itikad baik dari pihak Alfamidi. Oleh karena itu, dengan waktu yang cukup ini, kami harus mengambil sikap untuk melakukan pemalangan objek tanah ini,” jelasnya.

Fordatkossu mengaku, saat ini ada pihak lain yang protes pemalangan tersebut, dan mengaku juga memiliki hak atas tanah itu.

“Kami tidak ada urusan dengan pihak-pihak itu, kami urusan secara nyata dengan pihak Alfamidi, karena secara nyata pihak Alfamidi menguasai tanah warisan ini yang didalamnya adalah hak dari ahli waris. Jadi bukan satu ahli waris saja, bukan Adji Hentihu saja, tetapi Adji Hentihu dan anak-anaknya,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar