Banding Diterima, Vonis Terdakwa Yonas Batlayeri Cs Bertambah

SAUMLAKI, SentralPolitik.com _ Perlawanan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) terhadap putusan majelis hakim Tipikor Ambon  terhadap 6 terdakwa kasus SPPD palsu BPKAD akhirnya berhasil.

Para terpidana masing-masing Yonas Batlayeri, Maria Goreti Batlayeri, Kristina Sermatang, Liberata Malirmasele, Kristina Yoan Oratmangun dan Letharius Erwin Layan. Vonis mereka bertambah.

PLH. Kasi Intel Kejari Muhammad Fazhulrrahman, menjelaskan bahwa terdakwa Yonas Batlayeri divonis 10 tahun penjara dari sebelumnya hanya 5 tahun saja.

Sementara ke-4 terdakwa yaitu Maria Goreti Batlayeri (Sekretaris) Liberata Malirmasele (Kabid Akuntansi dan Pelaporan), Klementina Yoan Oratmangun (Kabid Perbendaharaan) dan Letharius Erwin Laiyan (Kabid Aset) hukumannya naik menjadi 6 tahun penjara.

Dari vonis banding ini, Kristina Sermatang (Bendahara) mendapat hukuman agak ringan. Ia mendapat 4 tahun 6 bulan kurungan. “Alhamdulillah. PT Ambon menerima banding JPU ,” ujar Kasi Intel.

Dalam amar putusannya menyatakan terdakwa Yonas Batlayeri terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan menjatuhkan pidana 10 tahun dan denda Rp500 juta.

Dengan ketentuan bila tidak membayar denda, hukuman pengganti pidana kurungan 3 bulan.

UANG PENGGANTI

Selanjutnya pengadilan juga menghukum Yonas membayar uang pengganti Rp6,6 milyar lebih.

“Kami juga menghitung dan mengurangi pengembalian Yonas Batlayeri ini, dan  terdakwa harus kembalikan Rp5,3 milyar lebih ke negara. Dan ini wajib,” tandas Kasi Intel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. TAWANAN HARUSNYA DITAMBAH BIAR JADI PELAJARAN BERHARGA DI DAERAH KEPULAUAN TANIMBAR, KE DEPAN TIDAK TERULANG LAGI. KALAU TAWANAN CUMAN 6 TAHUN ITU MEREKA ANGGAP KECIL DAN AKAN DIULANGI KARNA TERBIASA MENCURI YG BUKANG MENJADI GAK. RAKUS SEJENISNYA.

  2. TAWANAN HARUSNYA DITAMBAH BIAR JADI PELAJARAN BERHARGA DI DAERAH KEPULAUAN TANIMBAR, KE DEPAN TIDAK TERULANG LAGI. KALAU TAWANAN CUMAN 6 TAHUN ITU MEREKA ANGGAP KECIL DAN AKAN DIULANGI KARNA TERBIASA MENCURI YG BUKAN MENJADI HAK. RAKUS SEJENISNYA.