SAUMLAKI – SentralPolitik.com – BPI Cabang KKT resmi membuka pendaftaran pelatihan migas bagi para pencari kerja lokal.
Pelatihan ini untuk menyambut kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Provinsi Maluku.
Langkah ini membuka harapan baru bagi masyarakat di Bumi Duan Lolat di tengah tingginya ekspektasi publik terhadap dampak ekonomi proyek migas raksasa ini.
Program ini dinilai menjadi langkah awal untuk mempersiapkan SDM asli Tanimbar agar mampu bersaing dan terlibat langsung dalam industri Migas di kawasan Timur Indonesia.
Sekda KKT Brampi Moriolkosu, mengatakan pelatihan tersebut khusus bagi masyarakat pencari kerja di KKT yang ingin mengambil bagian dalam aktivitas industri Blok Masela.
Tentu pelatihan akan sesuai bidang peminatan dan standar kompetensi migas nasional.
“Kerjasama ini ada MoU dengan Pemda. Saat ini fasilitas Diklat sementara dalam pengiriman dari Surabaya dan Makassar ke Tanimbar,” tandas Moriolkosu kepada media ini, Rabu (20/5/2026).
Dalam pengumumannya, BPI Cabang KKT menyampaikan bahwa seluruh peserta wajib menyiapkan dokumen administrasi sebagai syarat mengikuti proses pelatihan.
Adapun BPI meminta calon peserta menyiapkan dokumen seperti ijazah terakhir (Ijazah Asli), KTP, KK, daftar riwayat hidup, pas foto dan kartu BPJS kesehatan.
Selanjutnya NPWP, kartu pencari kerja, materai Rp10 ribu sebanyak dua lembar untuk kebutuhan kontrak.
Pendaftaran mulai 13 hingga 29 Mei 2026, kecuali hari libur nasional. Sementara perusahaan juga menetapkan batas usia peserta mulai 20 hingga 50 tahun.
Lokasi pendaftaran berada di Kantor BPI Cabang KKT, Jalan Ir. Soekarno Sifnana RT 11 RW 3 Kecamatan Tanimbar Selatan, tepat di depan Kodim.
TENAGA LOKAL
Kepala BPI Cabang KKT, Ariston Duarmas, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja lokal.
Agar tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri ketika proyek Blok Masela mulai berjalan penuh.
Menurutnya, momentum investasi migas bernilai triliunan rupiah itu harus menjadi pintu masuk kebangkitan ekonomi masyarakat Tanimbar.
Terutama generasi muda yang selama ini kesulitan mendapatkan akses pekerjaan formal berskala nasional.
Sekda menambahkan, mengukur keberhasilan proyek Blok Masela tidak hanya dari produksi gas atau nilai investasi.
Tapi sejauh mana masyarakat lokal memperoleh manfaat nyata melalui lapangan kerja, transfer keahlian dan peningkatan kualitas SDM.
BIAYA DIKLAT BPI & PEMDA KKT
Karena itu, ia menilai langkah pelatihan seperti BPI penting untuk memastikan putra-putri daerah memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan industri energi modern yang kompetitif dengan berbasis standar profesional tinggi.
Dengan pembukaan pelatihan ini, masyarakat Tanimbar kini mulai melihat secercah peluang bahwa proyek strategis nasional Blok Masela.
Bukan sekadar cerita investasi besar, melainkan juga kesempatan nyata untuk masa depan generasi daerah.
“Untuk biaya Diklat, sudah tertuang dalam MoU dan menjadi tanggungjawab BPI dan Pemda,” tandas Sekda.
Baca Juga:
Keberatan Warga MBD soal Amdal Proyek Blok Masela Akhirnya Terpenuhi: https://sentralpolitik.com/keberatan-warga-mbd-soal-amdal-proyek-blok-masela-akhirnya-terpenuhi/
Sementara itu, informasi media ini, per Rabu (20/5/2026) siang, para pencari kerja yang mendaftar sudah mencapai 3.717 peserta. (*)






